Yang sering dibaca....

Rabu, 24 Juni 2009

Manajemen asuhan kebidanan ibu hamil dengan anemia sedang

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sampai saat ini tingginya angka kematian ibu di Indonesia masih merupakan masalah yang menjadi prioritas di bidang kesehatan. Di samping menunjukkan derajat kesehatan masyarakat, juga dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan. Penyebab langsung kematian ibu adalah trias perdarahan, infeksi, dan keracunan kehamilan. Penyebab kematian langsung tersebut tidak dapat sepenuhnya dimengerti tanpa memperhatikan latar belakang (underlying factor), yang mana bersifat medik maupun non medik. Di antara faktor non medik dapat disebut keadaan kesejahteraan ekonomi keluarga, pendidikan ibu, lingkungan hidup, perilaku,

Dan lain-lain.

WHO menyatakan bahwa anemia merupakan sebab penting dari kematian ibu.. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia.
Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat. Di samping itu, perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal, sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus imatur/prematur), gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infek­si dan stres kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian peri­natal, dan lain-lain).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa prevalensi anemia pada kehamilan secara global 55% dimana secara bermakna tinggi pada trimester ketiga dibandingkan dengan trimester pertama dan kedua kehamilan. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi .

Prevalensi anemia yang tinggi dapat membawa akibat negatif seperti: 1) gangguan dan hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak, 2) Kekurangan Hb dalam darah mengakibatkan kurangnya oksigen yang dibawa/ditransfer ke sel tubuh maupun ke otak. Pada ibu hamil dapat mengakibatkan efek buruk pada ibu itu sendiri

maupun pada bayi yang dilahirkan.
Berdasarkan uraian diatas penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang anemia pada ibu hamil Oleh karena itu penulis memilih makalah dengan judul ”Asuhan Kebidanan Pada Ny. S , G1 P0 A0 Hamil 33 Minggu dengan anemia sedang di Puskesmas Kecamatan Cakung “

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :” Bagaimana Karakteristik ibu hamil dengan anemia sedang di wilayah Kerja Puskesmas kecamatan cakung ? “

C. Ruang Lingkup

Objek penelitian : karakteristik ibu hamil dengan anemia sedang

Subjek penelitian : ibu hamil baik primigravida maupun multigravida.

Lokasi penelitian : Puskesmas Kecamatan cakung

Waktu penelitian : 25 mei 2009 – 27 juni 2009

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan anemia sedang di puskesmas kecamatan cakung

2. Tujuan Khusus

Mengetahui dan memahami tentang penyebab, factor, dampak serta penanganan anemia dalam kehamilan

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Puskesmas

Sebagai masukan dalam rangka meningkatkan konseling dalam pelayanan antenatal care di wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung .

2. Bagi Masyarakat Khususnya Ibu Hamil

Agar ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar pelayanan kebidanan, sehingga apabila diketahui resiko kehamilan secara dini dapat dilakukan tindakan lebih lanjut atau rujukan segera bila diperlukan dan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kesehatan masyarakat, terutama pentingnya pemeriksaan kehamilan untuk menghindari terjadinya anemia dalam kehamilan.

3. Bagi Perkembangan Ilmu

Diharapkan semakin bertambahnya zaman dan ilmu, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dapat turun dengan pelan-pelan karena tenaga kesehatan yang makin profesional dan masyarakat yang semakin kritis.

4. Bagi Akademi Kebidanan Muhammad Husni Thamrin

Sebagai sumber referensi, sumber bahan bacaan dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan, agar dapat merencanakan kegiatan pendidikan dalam konteks asuhan kebidanan secara menyeluruh

5. Bagi Peneliti

Penelitian ini digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan tentang ilmu kebidanan yang didapat diperkuliahan.

Dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti bahwa ibu hami dengan anemia perlu atau harus di lakukan pengawasan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

ANEMIA DALAM KEHAMILAN

Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, anemia ini termasuk jenis anemia yang pengobatannya relative mudah.

Anemia lebih sering terjadi saat hamil disebabkan karena dalam kehamilan keperluan akan zat – zat makanan bertambah dan terjadi pula perubahan –perubahan dalam darah (pengenceran darah) dan sum –sum tulang.

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya pun sangat besar terhadap sumber daya manusianya. Anemia pada saat kehamilan disebut “potential danger to mother and child” potensial membahayakan ibu dan anak). Karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehataan. Pada Pengamatan lebih lanjut menunjukan bahwa zat besi yang dapat di atasi melalui pemberian zat besi secara teratur dan peningkatan gizi, khususnya pada daerah pedesaan, karena seringnya dijumpai bumi dengan malnutrisi, persalinan dengan jarak berdekatan, dan bumi yang dengan pendidikan dan tingkat sosial Ekonomi darah.

I. Diagonosa Pada Kehamilan

Penegakan DX pada kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa, pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing–pusing, mata berkunang –kunang, dan muntah lebih sering dan hebat pada kehamilan muda.

Sedangkan pemeriksaan HB dan pengawasan HB dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan alat Hb sahli. Hasil pemeriksaan HB dengan dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut :

HB 11 gr % Tidak anemia

9 – 10 gr % Anemia ringan

7 – 8 gr % Anemia sedang

< style=""> Anemia berat

Pemeriksaan darah pada Bumil dilakukan minimal 2 x selama kehamilan, yaitu pada TM I dan TM III. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar Ibu hamil mengalami anemia maka dari itu dilakukan pemberian Preparat Fe sebanyak 90 tablet pada Ibu – ibu di Puskesmas maupun pada bidan praktek swasta.

II. Bentuk – bentuk Anemia

Banyak faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan darah adalah sebagai berikut :

a. komponen (bahan) yang berasal dari makanan terdiri dari :

1. Protein, glukosa, lemak

2. Vitamin B12, asam falat, Vit C

3. Elemen dasar : Fe, Ion Cu, Zink

b. Sumber sumber tulang

c. Kemampuan reabsorpsi usus terhadap bahan yang diperlukan

d. Umur sel darah merah (eritrosit) terbatas sekitar 120 hari. Sel – sel darah merah yang sudah tua dihancurkan kembali menjadi bahan baku untuk membentuk sel darah yang baru.

e. Terjadinya perdarahan yang kronik (menahun)

1 Menstruasi

2 Penyakit yang menyebabkan perdarahan pada wanita seperti mioma uteri,

Polip Serviks, penyakit darah.

Berdasarkan atas faktor – faktor diatas maka anemia dapat digolongkan menjadi :

1. Anemia defisiensi besi, oleh karena tubuh kekurangan zat besi

2. Anemia Megaloblastik, oleh karena kekurangan Vit B12

3. Anemia Hemolitik, oleh karena pemecahan sel – sel darah lebih cepat dari pembentukannya.

4. Anemia Hipoplastik, oleh karena gangguan pembentukan sel – sel darah.

III. Pengaruh Anemia Pada Kehamilan dan Janin

1. Pengaruh anemia terhadap Kehamilan

a. Bahaya selama kehamilan

1. Terjadinya Abortus

2. Persalinan Prematur

3. Hambatan terhadap tumbuh kembang janin dalam rahim

4. Mudah terjadinya Infeksi

5. Ancaman Dekompensasi Cordis (jika HB <>

6. Mola Hidatidosa

7. Hiperemesis Gravidarum

8. Perdarahan Antepartum

9. KPD ( Ketuban Pecah Dini )

b. Bahaya saat persalinan

1. Gangguan his kekuatan mengejan

2. Pada kala I dapat berlangsung lama

3. Pada kala II berlangsung lama sehingga dapat melelahkan

dan sering memerlukan tindakan dan operasi kebidanan.

4. Pada kala III (Uri) dapat diikuti Retencio Placenta, PPH

karena Atonia Uteri

5. Pada kala IV dapat terjadi pendarahan Post Partum Sekunder

dan Atonia Uteri

Bahaya pada saat Nifas:

1. Terjadi Subinvolusi Uteri yang dapat menimbulkan perdarahan

2. Memudahkan infeksi Puerpurium

3. Berkurangnya pengeluaran ASI

4. Memudahkan terjadi Infeksi mamae

5. Terjadinya Anemia kala nifas

2. Pengaruh Anemia Terhadap Janin

Meskipun janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari Ibunya tetapi jika anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.

Pengaruh – pengaruhnya terhadap janin diantaranya :

a. Abortus

b. Kematian Interauterin

c. Persalinan Prematuritas tinggi

d. BBLR

e. Kelahiran dengan anemia

f. Terjadi cacat kongenital

g. Bayi mudah terjadi Infeksi sampai pada kematian

h. Intelegensi yang rendah

IV. Kebutuhan Zat Besi Pada Wanita Hamil

Wanita memerlukan zat besi lebih tinggi dari pada laki – laki karena terjadi menstruasi dengan perdarahan sebanyak kurang lebih 50 cc – 80 cc setiap bulan pada wanita dan kehamilan, zat besi yang berkurang sebesar 30 – 40 mg.

Pada saat kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk menambahkan sel darah merah dan membentuk sel darah merah pada janin dan placenta. Semakin sering wanita hamil dan melahirkan maka akan semakin banyak wanita itu kehilangan zat besi dan menjadi semakin anemis.

*Gambaran banyaknya kebutuhan zat besi setiap kehamilan :

Meningkatkan sel darah Ibu 500 mg Fe

Terdapat dalam placenta 300 mg Fe

Untuk darah janin 100 mg Fe +

Jumlah 900 mg Fe

Jika persediaan Fe minimal, maka disetiap kehamilan akan menguras Fe dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Pada setiap kehamilan relatif mengalami anemia dikarenakan darah Ibu mengalami Hemodilusi (pengenceran) dan meningkatkan volume 38 % - 40 % yang puncaknya pada kehamilan 32 – 34 mgu. Jumlah pertambahan sel darah 18 % - 30 % dan HB sekitar 19 %. Bila HB sebelum hamil sekitar 11 gr maka dengan terjadinya Hemodilusi akan mengakibatkan anemia fisiologi, dan HB Ibu akan turun menjadi kurang lebih 9,5 – 10 gr %.

Setelah persalinan dengan lahirnya Bayi dan placenta maka akan kehilangan zat besi kurang lebih 900 mg dari perdarahan yang dialami Ibu saat persalinan. Saat laktasi Ibu memerlukan kesehatan jasmani yang optimal sehingga dapat menyiapkan ASI unntuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dalam keadaan anemia laktasi tidak dapat terlaksana dengan baik maka dari itu sbisa mungkin ibu tidak anemis.

V. Pengobatan Anemia dalam Kehamilan

Terapi anemia difisiensi besi adalah dengan preparat besi oral atau Perenteral. Contoh terapi oral adalah dengan pemberian preparat besi, diantaranya terosulfat, feroglukonal atau Na – Fero bisitrat.

Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikkan kadar HB sebanyak 7 gr % per buah. Kini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 dengan asam folat untuk poofilaksis anemia . Pemberian preparat parenteral yaitu dengan ferum dextran sebanyak 1000 Mg lebih cepat yaitu 29 %. Pemberian parenteral ini memiliki indikasi : Intoleransi besi pada traktus gastrointestinal, anemia yang berat dan kepatuhan yang buruk, efek samping utama ialah x Alergi, untuk mengetahuinya dapat diberikan dosis 0,5 cc/im dan bila tak ada reaksi dapat diberikan seluruh dosis.

BAB III

TINJAUAN KASUS

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL

DENGAN ANEMIA SEDANG

I. DATA SUBJEKTIF ( S )

Identitas

Nama Ibu : Ny. D Nama Suami : Tn. M

Umur : 29 Tahun Umur : 30 Tahun

Agama : Islam Agama : Islam

Suku : Betawi Suku : Betawi

Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Jl. Jati lio RT 04/04 Alamat : Jl. Jati lio RT 04/04

A. Anamnesa Pada Tanggal 26- mei- 2009 Pukul 10.00 WIB

1. Alasan kunjungan saat ini

Ibu datang dengan mengeluh sering merasa cepat lelah, mata berkunang-kunang, sering merasa pusing, susah tidur, pegal-pegal pada pinggang dan kaki.

2. Riwayat kehamilan

2.1 Riwayat menstruasi

HPHT : 21- 10- 2008, pasti, lamanya 7 hari, banyaknya 2-3 x ganti pembalut.

Haid sebelum tanggal 23-09-2008, lamanya 7 hari, banyaknya 2-3x ganti pembalut.

Siklus : 28 hari, teratur.

Konsistensi : Cair

TP : 28-07-2009

UK : 33 minggu

2.2 Tanda-tanda kehamilan ( trimester I )

Hasil tes kehamilan ( jika dilakukan )

Tanggal : lupa hasil : + ( positif )

2.3 Pergerakan fetus dirasakan pertama kali:

Pada usia kehamilan 4,5 bulan

Pergerakan fetus dalam 34 jam terakhir : > 10 kali

2.4 Keluhan yang dirasakan ( bila ada jelaskan )

Ibu mengatakan merasakan cepat lelah.

2.5 Diet / makan

Sebelum hamil :makan 3 x sehari dengan nasi, lauk, sayur,buah. Dan minum 7 – 8 gelas/ hari

Saat hamil : makan 2 x sehari , karena ibu kurang nafsu makan porsi1/2 – 1 piring nasi, syur, dan buah. minum 7 – 8 gelas / hari.

2.6 Pola eliminasi

Sebelum hamil : BAB 1 – 2 x/ hari BAK 3 – 4x/ hari

Saat hamil : BAB 1 x/ hari, BAK 4-6 x/ hari

2.7 Aktifitas sehari-hari

Pola istirahat/ tidur :

Tidur malam 6 – 8 jam/ hari, tidur siang 1-1 1/2 jam/ hari

Seksualitas :

a. Tidak ada keluhan dalam hubungan sexsual selama hamil.

b. Ibu melakukan hubungan sexsual 1 x seminggu

Pekerjaan / kegiatan sehari-hari :

b. Ibu hanya mengerjakan aktivitas rumah tangga, karena Ibu mangatakan jika ia bekerja agak berat maka terasa sangat lelah dan pusing serta penglihatannya berkunang – kunang.

c. Ibu jarang sekali melakukan olahraga seperti jalan – jalan pagi hari.

2.8 Imunisasi TT

TT1 : 20 – 03-2009 TT2 : 22-04-2009

2.9 Riwayat kontrasepsi

Ibu mengatakan menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan

3 . Riwayat Kehamilan, Persalinan dan nifas yang lalu :

No

Tahun persalinan

Jenis Kelamin

Persalinan

PB/ BB

Penolong

Keadaan

1

2

2004

Hamil ini

Laki - laki

Spontan Pervaginam

50 cm / 3200 gr

Bidan Ani

Hidup

4. Riwayat Kesehatan

4.1 Ibu mengatakan tidak pernah atau sedang menderita penyakit seperti jantung, tekanan darah tinggi, hepatitis, diabetes mellitus, anemia berat, HIV/AIDS, campak, malaria, tuberkolosis, ganguan mental, operasi,dll.

4.2 Perilaku kesehatan

Penggunaan alcohol/obat-obatan sejenisnya :

Ibu mengatakan tidak menggunakan alcohol/ obat-obatan terlarang

Obat-obatan/ jamu yang sering digunakan:

Ibu mengatakan tidak menggunakan obat-obatan atau jamu

Merokok/ makan sirih :

Ibu mengatakan tidak pernah merokok atau makan sirih

Irigasi vagina / ganti pakaian dalam :

Ibu mengatakan mengganti pakaian dalam 2-3 x sehari

5. Riwayat social

5.1 Apakah kehamilan ini direncanakan ? ya, direncanakan

5.2 Apakah jenis kelamin yang diharapkan ? perempuan

5.3 Status perkawinan

Jumlah : 1 kali

Lama perkawinan : 7 tahun

5.4 Susunan keluarga yang tinggal serumah

No

Jenis kelamin

Umur ( tahun )

Hubungan Keluarga

Pendidikan

Pekerjaan

Ket.

1

2.

Laki-laki

Laki-laki

30 tahun

5 tahun

Suami

Anak kandung

SMA

TK

Wiraswasta

-

-

-

5.5 Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas :

Ibu mengatakan tidak mempunyai kepercayaan yang berhubungan tentang kehamilan, persalinan, dan nifas.

6. Riwayat kesehatan keluarga

Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti asma, jantung, kencing manis, dll. Baik dari keluarga ibu maupun ayah.

II DATA OBJEKTIF ( O)

1. Keadaan Umum: Baik kesadaran : compos mentis

Keadaan emosional : stabil

2. Tanda Vital

TD : 100/70 mmhg Nadi : 78x / menit

RR : 20x / menit suhu tubuh : 370 C

3. Tinggi badan : 156 cm BB sebelum hamil : 48 kg

LILA : 24 cm BB saat hamil : 57 kg

Kenaikan BB ibu : 9 kg

4. Pemeriksaan fisik :

4.1. Rambut : Kulit kepala bersih tidak berketombe, dan rontok

4.2 Muka : Kelopak mata : Tidak udem

Konjungtiva : Pucat

Sklera : Tidak ikhterik

4.3 Mulut dan gigi : Lidah dan geraham : tidak ada stomatitis

Gigi : tidak ada caries

4.4 kelenjar tyroid : Tidak ada pembesaran

4.5 Kelenjar getah bening : Tdak ada pembesaran

4.6 Dada : Simetris, tidak terdengar adanya ronchi, Payudara besar

sesuai dengan kehamilannya, puting sudah menonjol,

colostrum sudah keluar.

4.7 Punggung dan pinggang : posisi tulang belakang lordosis fisiologis

4.8 Ekstremitas atas dan bawah : Edema : Tidak ada

Kekuatan sendi : Baik

Kemerahan : Tidak ada

Varises : Tidak ada Refleks : positif kanan/kiri

4.9 Abdomen :

Membesar sesuai kehamilan, tidak ada bekas operasi, tidak ada benjolan .

4.10 Palpasi uterus :

Tinggi FU : 31 cm

Leopold I : Teraba 1 vagian bulat, lunak, dan tidak melenting.

Leopold II : Pada perut ibu sebelah kiri teraba keras,rata dan memanjang .

Pada perut ibu sebelah kanan teraba bagian-bagian kecil janin.

Leopold III : Bagian terbawah janin teraba keras, bulat , dan melenting

Leopold IV : Belum masuk PAP, konvergen 5/5 bagian.

TBBJ : ( 31-15 ) x 155 = 2945 gram

4.11 Fetus : letak memanjang, presentasi kepala, pergerakan aktif

Auskultasi : DJJ : ( +) , frekuensi 136x/menit, teratur.

Punctum maximum : terdengar jelas di satu titik 3 jari di bawah pusat serong kiri.

4.12 Anogenital : Tidak dilakukan pemeriksaan

5. Pemeriksaan Laboratorium

Hb : 8,6 gr %

Protein urine : -

Reduksi urine : -

III. Interpretasi Data Dasar, Diagnosa, Masalah dan kebutuhan

1. Diagnosa

Dx ibu : G2 P1 A0, hamil 33 minggu dengan anemia sedang.

Dasar ( S ) :

a. Ibu hamil anak ke 2, sebelumnya sudah pernah hamil dan melahirkan 1x.

b. Ibu mengatakan belum pernah keguguran

c. Ibu mengeluh pusing, cepat lelah, pegal-pegal pada pinggang dan kaki.

d. Ibu mengatakan HPHT tanggal 21-10-2008

( O) :

a. Pada inspeksi muka pucat, konjungtiva pucat.

b. TD : 110/70 mmHg Nadi : 78x / menit

RR : 20x / menit suhu tubuh : 370 C

Pemeriksaan lab : HB: 8,6 gr%

TP : 28- 07- 2009

Dx janin : Janin, Tunggal, Hidup, Intrauterine, Presentasi kepala

Dasar : ( S ) :

Ibu mengatakan merasakan gerakan janin

( O):

TFU 31 cm, TBBJ 2945 gram

Leopold I Teraba 1 bagian lunak, bulat dan tidak melenting yaitu bokong

Leopold II : Puki, DJJ : 140x / menit, teratur.

Leopold III : Presentasi kepala

Leopold IV : Kepala belum masuk PAP

2. Masalah

a. Gangguan aktivitas sehari-hari : kram pada kaki, pusing, cepat lelah.

b. Gangguan nutrisi pada ibu : tidak nafsu makan.

3. Kebutuhan

a. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi ibu hamil, khususnya TM III.

b. Memberitahu ibu tentang apa saja yang harus dipersiapkan saat persalinan.

c. Penyuluhan tentang makanan dan minuman yang harus dihindari penderita anemia.

d. Pemberian Fe dan Vitamin C

e. Kontrol ulang untuk memantau dan memeriksa kadar Hb dalam waktu 1 minggu.

IV. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial.

Ibu potensial terjadi :

f. Perdarahan

Dasar : Hb 8,6gr %

g. Gangguan kekuatan His

Dasar : Hb 8,6 gr %, Ibu cepat lelah

V. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan segera atau kolaborasi.

Persiapan rujukan sebagai antisipasi atau kolaborasi dengan dokter bila diperlukan

VI. Merencanakan asuhan yang menyeluruh

1. Bina hubungan baik dengan klien

2. Jelaskan kondisi ibu saat ini yaitu Beritahu ibu bahwa ia mengalami anemia sedang dan Berikan pengertian tentang resiko yang dapat saja terjadi

3. Jelaskan cara-cara untuk mengurangi keluhan yang dialami ibu

4. Berikan terapi Fe dan Vitamin B complex serta kalsium laktat

5. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi mendukung seimbang

6. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup dan mengurangi aktivitas

7. Jelaskan Pada Ibu Tentang Tanda – tanda Persalinan

8. Berikan Informasi tentang tanda bahaya Persalinan

9. Berikan Informasi tentang Persiapan untuk persalinan

a. Menentukan siapa orang yang akan bertanggung jawab pada ibu dan siapakah yang akan memberikan keputusan jika terjadi hal –hal yang tidak di duga.

b.Anjurkan ibu dan suami untuk memulai mempersiapkan dana untuk persalinan

c. Memiliki mempersiapkan transportasi dan tempat menginap ibu yang dekat dengan temapt pelayanan kesehatan ( rumah bersalin )

d. Mulai mempersiapkan dan melengkapi kebutuhan ibu dan bayinya nanti.

e. menanyakan kepada ibu dimanakah ia akan bersalin nanti.

10. Dokumentasikan hasil pemeriksaan

VII. Pelaksanaan

1. Membina hubungan baik dengan klien agar tercipta hubungan yang harmonis.

2. Menjelaskan kondisi ibu saat ini serta kondisi bayinya:

a. Bahwa ibu sedang menderita anemia sedang dengan kadar Hb darah 8,6 gr %

b. Berikan Pengertian tentang resiko yang dapat saja terjadi

c. Beritahukan bahwa kondisi bayinya baik – baik saja

3. Memberikan solusi untuk mengurangi keluhan yang dialami :

a. Anjurkan ibu untuk cukup istirahat

b. Banyak mengkonsumsi buah, sayur, telur, tempe / tahu, ikan – ikanan, hati, daging.

c. Anjurkan ibu untuk berjalan – jalan di pagi hari / melakukan senam kegel serta memberitahukan dan mengajarkan gerakan – gerakan.

4. Memberikan terapi Fe dan Multivitamin tambahan :

a. Fe 1 x 1 tablet / hari

b. Kalsium lactate 3 x1 tab / hari

c. Vit B complex 3 x1 tab / hari

5. Menganjurkan makanan menu seimbang, serta memberikan pengertian bahwa menu simbang itu tak harus mahal.

6. Menganjurkan bahwa ia harus mengurangi aktivitas yang berlebihan, misalnya :

b. Mengangkat alat – alat/ barang – barang berat seorang diri

c. Melakukan aktivitas Rumah Tangga yang berlebihan (mencuci baju, mengepel)

d. Beritahukan Ibu agar segera merebahkan tubuh jika merasa lelah.

e. Jangan lupa untuk banyak minum jika melakukan aktivitas.

7. Menjelaskan tanda – tanda persalinan, misalnya :

a. Kontraksi/ mules – mules yang lebih sering dan teratur

b. Adanya pengeluaran cairan (darah + lendir) dari vagina Ibu.

8. Menjelaskan tanda bahaya kehamilan dan persalinan :

a. Jika ada pengeluaran air ketuban selama lebih 12 jam sedangkan belum terjadi pembukaan.

b. Terjadi perdarahan.

c. Ibu tidak merasakan gerakan – gerakan bayinya didalam rahim.

9. Memberikan informasi tentang persiapan persalinan, meliputi :

a. Mulai menentukan siapakah yang akan memberi keputusan jika sewaktu – waktu terjadi sesuatu yang tidak diduga.

b. Menyuruh Ibu dan suami untuk mulai menabung sebagai tambahan biaya – biaya persalinan nanti.

c. Mulai untuk mempersiapkan kebutuhan Ibu dan bayinya, serta menyiapkan dengan rapih pada tempat yang terlihat dan mudah dijangkau.

d. Memberitahukan Ibu dan suami untuk mmpersiapkan kendaraan yang layak.

e. Menanyakan pada Ibu agar mulai menentukan dimanakah Ibu akan bersalin nanti.

f. Wajibkan Ibu untuk periksa ulang 1 minggu kemudian dan beri tahu alasan mengapa ia harus melakukan periksa ulang serta jangan lupa memberikan support pada Ibu agar ia optimis. menghadapi persalinan.

10. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan

VIII. Evaluasi

1. Telah terbina hubungan baik dengan klien, klien Tampak komunikatif.

2. Ibu sangat mengerti dan paham pada kondisinya saat ini.

3. Ibu mengatakan mau mengikuti anjuran bidan, Ibu juga sudah dapat mengulangi gerakan senam kegel yang dicontohkan oleh bidan.

4. Ibu berjanji mau mengkonsumsi tablet Fe dan obat – obat tambahan lainnya serta Ibu tahu bawa dilarang mengkonsumsi soft drink, teh, kopi, saat menjalani terapi yang diberikan bidan.

5. Ibu mengatakan mau berusaha memenuhi kebutuhan nutrisinya mulai dari sekarang demi kelancaran persalinannya nanti.

6. Ibu mengatakan mulai nanti akan meminta bantuan suami untuk melakukan pekerjaan Rumah tangganya yang agak berat.

7. Ibu mengatakan akan lebih berhati – hati dan waspada. Serta akan langsung kontrol kebidan jika terjadi tanda – tanda bahaya pada kehamilannya.

8. Ibu mengatakan akan langsung meminta pertolongan bidan jika sudah terjadi tanda – tanda persalinan

9. Ibu mengatakan :

a. Akan merundingkan terlebih dahulu dengan suaminya siapakah yang akan berhak memberikan keputusan.

b. Ibu sudah mencukupi semua kebutuhan Ibu dan bayi dalam 1 tas di simpan pada lemari.

c. Ibu dan suami telah mempersiapkan kendaraan yang nanti dapat digunakan.

d. Ibu ingin melahirkan di puskesmas saja

e. Ibu setuju untuk periksa ulang 1 minggu lagi dan siap menerima semua hasil pemeriksaannya nanti.

10. Hasil pemeriksaan telah didokumentasikan

BAB IV
PENUTUP

Setelah penulis menguraikan dan membahas tentang anemia dalam kehamilan, maka dalam bab ini penulis mengambil kesimpulan dan saran :

a. Kesimpulan

Kejadian anemia pada ibu hamil harus selalu diwaspasai mengingat anemia dapat meningkatkan resiko kematian ibu, angka prematuritas, BBLR dan angka kematian bayi. Untuk mengenali kejadian anemia pada kehamilan, seorang ibu harus mengetahui gejala anemia pada ibu hamil, yaitu cepat lelah, sering pusing,dan tidak nafsu makan.

b. Saran

o Tingkatkan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan tentang makanan untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi pada saat hamil untuk upaya pencegahan terjadinya anemia pada kehamilan

o Tingkatkan pengetahuan ibu melalui penyuluhan tentang tanda dan gejala anemia untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.

o Ingatkan selalu ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe setiap harinya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Manuaba Ida Bagus Gd, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta . EEC

2. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, 2005. Ilmu Kebidanan, Jakarta. YPB.SP

3. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2005. Pelayanan Kesehatan dan Neonatal. Jakarta YBP, Sp.

4. http://ksuheimi.blogspot.co./2007/09/anemia_dalam_kehamilan.html

1 komentar:

  1. mbak, maaf y sblumnya
    knpa di bab Evaluasi poin ke3 klien di ajari senam kegel?
    ap manfaatnya bagi klien yang sedang hamil?
    makasi sebelumya

    BalasHapus